Cantiknya warna-warni Burung Nuri Bayan
Oleh :
Siti Nurmilah (036112009)
Biologi 4/C
Oleh :
Siti Nurmilah (036112009)
Biologi 4/C
Sumber : Nuri Bayan polychloros © Alan J. Downing
Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Aves
Ordo : Psittaciformes
Famili : Psittacidae
Genus : Eclectus
Spesies : Eclectus roratus
Burung Nuri bayan banyak kita jumpai di indonesia bagian timur. Burung dengan nama ilmiah eclectus parrot (Eclectus roratus) ini,dapat kita jumpai dan tersebar luas diMaluku, papua,Sunda Kecil (Bali, NTB, NTT), benua Australia, Kepulauan Solomon dan papua new guinea
Burung ini termasuk satwa yang di lindungi dengan di terbitkannya PP No 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa dan memang burung jenis ini walaupun tidak berada di ambang kepunahan akan tetapi jika terus-terusan di buru demi di komersilkan bukan mustahil akan habis juga namun untunglah burung ini segera di lindungi.
Burung Nuri bayan atau Bayan, yang dalam nama ilmiahnya Eclectus roratus adalah burung berukuran sedang, dengan panjang sekitar 43cm, dari salah satu genus burung paruh-bengkok Eclectus. Burung ini sangat berbeda dengan burung paruh-bengkok lainnya. Pada awalnya, ahli burung di Eropa mengira Nuri bayan jantan dan betina adalah dua spesies yang berbeda. Ini disebabkan karena perbedaan warna bulu yang mencolok antara jantan dan betina.
Burung Nuri bayan merupakan salah satu jenis dari burung paruh bengkok yang pintar karena Burung nuri ini memiliki kemampuan untuk diajari berbicara seperti halnya burung beo dan kakatua burung ini juga pintar meniru suara-suara lain dilingkungan sekitarnya, misalnya suara dering ponsel, suara alarm dan suara suara lainnya
Burung nuri bayan (Eclectus roratus) memiliki beberapa nama lain di berbagai daerah di Indonesia. Masyarakat Sumba, misalnya, menyebutnya dengan nama kaka moro atau kaka wandala. Penduduk Pulau Buru menamakannya burung karea, sedangkan di Membramo dikenal dengan nama sopies dan di Bacan disebut ubu. Nuri bayan juga banyak dijumpai di Papua Nugini dan Australia.
PERBEDAAN NURI JANTAN DAN BETINA
Membedakan jenis kelamin burung nuri bayan sangatlah mudah, karena perbedaan warna bulu yang sangat signifikan antara burung jantan dan burung betina Nuri bayan jantan memiliki bulu berwarna hijau, dengan bagian bawah sayap dan sisi dada berwarna merah dan biru Dan paruh atas berwarna jingga kemerahan dengan ujung kuning Sedangkan paruh bawah berwarna hitam. Adapun burung betina memiliki bulu berwarna merah. Bagian dada dan punggungnya berwarna biru keunguan, dengan paruh berwarna hitam
Karena perbedaan yang begitu mencolok,
keduanya pernah hampir dipisahkan menjadi spesies yang berlainan
MAKANAN NURI BAYAN
Pakan utama Burung nuri bayan berupa biji-bijian dan buah-buahan, pakan biji-bijian bisa dengan mudah kita peroleh ditoko-toko tempat penjualan pakan burung. Buah buahan bisa berupa pisang, pear dan apel namun usahakan buanglah dahulu biji-biji buah itu karena setiap biji buah bersifat racun bagi burung peliharaan kita selain itu hindari juga pemberian buah alpokat dan coklat karena kedua jenis itu juga kurang baik untuk burung nuri. Selain makanan di atas,burung nuri juga sangat menyukai sayuran diantaranya caisin hijau, brokoli dan jagung muda berikan juga tauge dan kangkung kedua sayuran itu sangat baik apalagi jika burung itu bertujuan di tangkarkan. Dalam pemeliharaan manusia, pemberian multivitamin dan juga vaksin sangat diperlukan agar burung selalu fit dan relatif terjaga kesehatannya. Selain itu menjaga kebersihan kandang juga sangat di perlukan agar tidak menimbulkan atau menyebarkan bibit-bibit penyakit bagi kita
KENAPA BURUNG NURI MEMAKAN BUAH DAN SAYURAN ?
Burung nuri bayan diketahui memiliki saluran pencernaan yang sangat panjang. Karena itu, dia memerlukan makanan yang mengandung banyak serat. Yang diperoleh dari buah dan sayur.
TEMPAT DAN KEBIASAAN
Tersebar luas di hutan dan tepi hutan dari ketinggian permukaan laut sampai 1000m (jarang sampai 1700m). Lebih sering terlihat berpasangan dan jarang dalam kelompok. jarang mengunjungi lahan budidaya meskipun umum terlihat di sekitar pemukiman. Malam hari bergabung dalam kelompok yang terdiri dari belasan individu untuk beristirahat di sarang komunal. Cara terbang seperti mengayuh dan kuat.
Pasangan induk nuri bayan biasanya mencari lubang pepohonan yang berada sekitar 25 meter atau lebih dari permukaan tanah. Jika posisi sarang terlalu rendah, dikhawatirkan akan menjadi mangsa hewan predator seperti ular dan biawak. Di sinilah kita justru melihat kecerdasan nuri bayan.
Namun, terkadang mereka tidak selalu mendapatkan lokasi sarang sesuai dengan keinginannya, sehingga terpaksa menempati sarang yang tidak ideal. Hal ini membuat induk betina gelisah dan khawatir, sehingga mengurangi kenyamannya.
Dalam beberapa kasus, induk burung betina yang stres / gelisah sering memecah telur, bahkan membunuh anaknya sendiri, termasuk nuri bayan betina. Namun, khusus nuri bayan, selalu menjadikan anaknya yang jantan sebagai korban.
Induk betina akan menghasilkan sepasang telur, dan kalau semuanya menetas biasanya punya jenis kelamin yang berbeda (jantan dan betina). Dalam penelitian itu juga terungkap, piyik nuri bayan yang betina lebih mudah dirawat daripada yang jantan. Selain itu, piyik betina juga lebih cepat tumbuh dan berkembang daripada piyik jantan.
Karena itu, muncul dugaan bahwa induk nuri betina lebih mengorbankan anaknya yang jantan, karena anaknya yang betina lebih mudah dirawat dan pertumbuhannya juga lebih cepat. Bukankah ini juga menunjukkan betapa cerdas spesies burung yang cantik ini?
Perilaku burung nuri bayan sudah beberapa kali menjadi objek penelitian para ilmuwan. Selain menganut aliran Burung Nuri jantan dan betina sama-sama suka ''selingkuh'' Tentu ini sangat bertentangan dengan burung jenis paruh bengkok lainnya yang rata-rata punya naluri ''kesetiaan'' terhadap pasangannya, nuri bayan betina juga pernah diteliti memiliki perangai buruk ketika dalam kondisi sulit. Para peneliti di Universitas Nasional Australia, misalnya, mengamati perilaku nuri bayan atau eclectus parrot (Eclectus roratus) di Cape York, Queensland. Dalam penelitian yang sudah dipublikasikan terungkap, induk betina dalam kondisi sulit bisa membunuh anaknya yang berkelamin jantan. Artinya, induk nuri bayan betina hanya akan merawat anakan betina saja. Inilah satu-satunya spesies burung nuri yang membunuh keturunannya berdasarkan jenis kelamin.
Perangai induk betina yang suka membunuh anaknya yang jantan lebih disebabkan ketidakcukupan sarang dalam menampung anak-anaknya. Kebiasaan itu pun umumnya terjadi di alam bebas, ketika induk betina kesulitan mencari lubang pepohonan yang bisa digunakan sebagai sarang bertelur, kekhawatiran induk betina terhadap binatang predator. Jika terlalu lama mengurus anaknya yang jantan, ia akan selalu merasa terancam. Sekaligus tempat mengerami telur dan mengasuh anak-anaknya.Berbagai kemungkinan itulah yang membuat populasi nuri bayan betina di alam bebas lebih banyak daripada burung jantan.
Di balik segelintir perilakunya yang buruk, burung nuri bayan memiliki berbagai kelebihan yang jarang dijumpai pada jenis nuri lainnya, misalnya sexing (penentuan jenis kelamin) yang relatif mudah..
Meski burung betina memiliki sifat poliandri, namun dalam penangkaran bisa dijodohkan secara permanen. Artinya, induk betina dapat dimasukkan dalam kandang bersama seekor nuri bayan jantan.
Sifat-sifat buruk induk betina seperti digambarkan di atas juga tidak akan terjadi apabila sarang berada di lingkungan yang aman, termasuk dalam kandang penangkaran. Bahkan posisinya pun tidak harus berada dalam ketinggian 25 meter.
Kandang penangkaran setinggi 2 meter pun bisa menjadi lingkungan yang aman dan nyaman bagi pasangan nuri bayan untuk berkembang biak
Subspesies Nuri Bayan
Nuri bayan termasuk dalam keluarga Psittacidae, dengan genus Eclectus, dan memiliki sembilan subspesies berdasarkan daerah persebarannya, yaitu:
• Eclectus roratus vosmaeri (Rothschild, 1922) – Maluku Utara & Tengah.
• Eclectus roratus roratus (P. L. S. Müller, 1776) – Maluku Selatan.
• Eclectus roratus cornelia (Bonaparte, 1850) – Sumba (Nusa Tenggara).
• Eclectus roratus riedeli (A. B. Meyer, 1882) -Kep. Tanimbar.
• Eclectus roratus aruensis (G. R. Gray, 1858) – Kep. Aru.
• Eclectus roratus biaki (Hartert, 1932) – P. Biak.
• Eclectus roratus polychloros (Scopoli, 1786) – Papua dan Kepulauan di sekitarnta.
• Eclectus roratus solomonensis (Rothschild & Hartert, 1901) – Kep. Admiralty, Kep. Bismarck dan Kep. Solomon.
• Eclectus roratus macgillivrayi (Mathews, 1913) – Ujung utara Queensland.
DAFTAR PUSTAKA
https://www.google.co.id
http://id.wikipedia.org/
Prijono, N.S. dan S. Handini. 1996. Me-melihara, Menangkar, dan Melatih Nuri. Penebar Swadaya. Jakarta.
